ternak cacing sutraUncategorized

Peluang Usaha dan Cara Ternak Cacing Sutra

Peluang Usaha dan Cara Ternak Cacing Sutra

peluang usaha dan cara ternak sutra
peluang usaha dan cara ternak sutra

Cara Ternak Cacing Sutra – Jika anda mencari jenis usaha yang masih jarang di tekuni oleh orang, mungkin cacing sutra adalah jawabannya. Banyak orang berpendapat bahwa cacing adalah hewan yang paling menjijikkan. Tapi bagi orang yang kreatif, cacing sutra bisa menjadi ladang uang jika bisa membudidayakan nya dengan baik. Usaha yang satu ini bisa dijadikan sebagai usaha sampingan bagi anda yang memiliki pekerjaan utama.

Mungkin anda belum tau cacing sutra digunakan untuk apa?. Cacing Sutra adalah jenis cacing yang paling disukai oleh semua jenis ikan hias dan ikan produksi. Semua orang yang suka dengan ikan produksi atau hias pasti tau betul, bahwa cacing sutra sangat baik bagi proses pembesaran ikan, karena cacing sutra memiliki kandungan nutrisi protein yang sangat baik untuk pertumbuhan ikan. Jika dulu pernah memelihara ikan cupang, pasti anda beri makan cacing ini, karena cacing sutra dipercaya bisa menguatkan otot dari ikan cupang.

Harga cacing sutra biasanya naik ketika musim hujan tiba, karena banyak pelaku usaha cacing sutra masih mencari secara langsung di alam bebas, biasanya cacing sutra hidup di perairan irigasi yang berlumpur, di saat musim hujan aliran irigasi cukup tinggi, dan bila aliran irigasi tersebut terkena tetesan air hujan, maka cacing sutra tersebut akan  masuk kedalam lumpur, pastinya lebih susah untuk di ambil.

Saat ini masih jarang sekali orang yang beternak cacing sutra, Oleh karena itu mengapa beternak cacing sutra sangat menguntungkan. Mengingat kebutuhan cacing sutra di pasaran juga tinggi. Jika anda ingin beternak cacing ini ada baik anda jangan membeli bibit cacingnya dulu, karena proses persiapan tempat dan pembuatan pupuk sangat panjang. Berikut adalah langkah-langkah Cara Ternak Cacing Sutra yang bisa anda pelajari dengan mudah.

1. Pembuatan Kolam menggunakan nampan Plastik

Sebelum memulai, anda perlu membuat rak untuk meletakan nampan, dengan menggunakan kayu atau bambu. Setelah rak sudah jadi siapkan nampan plastik berukuran besar. Harga nampan plastik sekitar Rp.10.000. Lubangi sebanyak empat bagian di samping nampan dengan menggunakan Paku,untuk saluran air buatlah kolam terpal dibagian bawah rak sebagai penampung air, nantinya air tersebut akan di alirkan kembali keatas dengan menggunakan pompa air kecil. Perhatikan gambar dibawah ini untuk mengetahui bagian yang di lubangi.

 

Untuk penyusunan nampan perhatikan lubang pada setiap nampan, susun lah nampan dengan berlawan arah. Nampan paling atas letakan lubang menghadap ke barat, lalu rak yang ke dua menghapap timur dan seterusnya sampai bawah. Hal tersebut bertujuan supaya air yang menetes dari nampan kenampan tidak langsung keluar dari lubang aliran air. Letak kan rak di tempat yang tidak kehujanan dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Untuk membuat rak cacing sutra tidak perlu membutuhkan tempat yang luas, maka dari itu usaha ini termasuk dalam kategori ternak di lahan sempit

2.  Proses pemupuk kan dan fermentasi kolam

Bahan-bahan yang akan di gunakan pada tahap ini tidak sulit didepan, mungkin banyak di terjual di pasaran, Bahan tersebut adalah kotoran ayam, yang bisa anda dapat di peternakan ayam, atau tempat penjual tanaman, dedak, ampas tahu, Molase, EM4. Takaranya bisa di sesuaikan kebutuhan. Bila bahan tersebut sudah siap, silahkan perhatikan langkah di bawah ini.

  • Pertama campur kan EM4 dan Molase, atau bisa juga menggunakan tetesan air tebu kemudian di areasi selama 30 menit
  • Sembari menunggu proses aerasi selesai, campur kan kotoran ayam, dedak dan ampas tahu secara merata,
  • Setelah itu campur kan semua bahan di atas, aduk hingga rata, sampai tekstur nya lembek, jika dirasa tekstur nya masih keras, campur dengan air secukupnya, hingga tekstur menjadi lembek
  • Yang terakhir, masukan bahan tersebut kedalam sebuah wadah atau drum yang bisa ditutup rapat, kemudian berilah lubang kecil yang diberi selang sebagai aliran udara proses fermentasi
  • Jika bahan tersebut sudah di masukan ke dalam wadah yang sudah dilubangi kecil, biarkan selama 30 hari hingga proses fermentasi sempurna.

Bila sudah 30 hari, dan hasil fermentasi siap untuk di gunakan, tuangkan bahan tersebut kedalam nampan, kemudian letakan lumpur diatas bahan fermentasi, pilihlah lumpur yang agak sedikit berpasir, yang paling cocok adalah lumpur sawah. Tapi pastikan dulu bila sawah tersebut sebelumnya belum di semprot dengan cairan pestisida, dan masih alami. ambil lumpur pada saat proses panen, karena di saat itu lumpur sudah bersih dari cairan apapun yang bisa membahayakan cacing.

3. Pemilihan dan penanaman bibit

Bila semua persiapan di atas sudah matang, kini saatnya anda memilih bibit cacing untuk di ternak. Bibit cacing bisa anda dapat di peternak langsung atau membelinya di pasar ikan hias, Biasanya para pedagang ikan hias mendapat cacing sutra dari peternak bahkan ada yang budidaya juga. Jika anda memilih untuk mencari bibit cacing sutra, carilah di irigasi atau selokan selokan yang memiliki kandungan lumpur organik, cacing sutra sangat suka dengan tempat seperti itu.

Bila anda mengambil cacing dari alam liar, bersihkan terlebih dahulu cacing tersebut sebelum di masukan ke dalam nampan. Bersihkan cacing sutra dengan air mengalir, dan simpan selama 3 hari, letakan cacing pada sebuah nampan yang sudah di beri air, hal ini bertujuan untuk mengeluarkan kotoran yang menempel pada cacing.

Setelah 3 hari cacing di rendam kedalam nampan berisi air bersih, sekarang cacing boleh di masukan kedalam nampan yang sudah di isi dengan bahan fermentasi dan lumpur berpasir. Biarkan cacing beradaptasi dengan di tempat hidup yang baru, jangan di beri makan dan jangan di ganggu selama 2 hari.

4. Pembuatan dan pemberian pakan

Pakan cacing sutra bisa di buta sendiri dengan mudah dengan menggunakan ampas tahu dan prebiotik EM 4 yang sudah di fermentasi kan, atau bisa dengan menggunakan dedaunan yang bisa anda petik di sekitar, kemudian taburkan secara merata pada setiap nampan. Berilah cacing sutra makan sehari sekali saja.

5. Cara memanen cacing sutra

Cacing siap di panen ketika berusia 3 bulan, meskipun membutuhkan waktu yang lama, tapi sekali panen pertama anda bisa melakukan panen selama 2 minggu sekali. Harga cacing sutra untuk per 200 gram sekitar Rp. 10.000, jadi lebih banyak cacing yang anda ternak maka semakin banyak juga hasil yang akan anda dapatkan.

Jika sehari anda bisa menghasilkan 1kg cacing, berarti anda bisa mengantongi Rp. 50.000 perhari, jika di akumulasikan sebulan bisa dapat Rp. 1.500.000, itu hanya hitungan per Kg saja, belum lagi jika anda bisa menghasilkan cacing lebih dari 5 kg?.

Jika anda sudah berhasil membudidayakan cacing sutra, anda tinggal melakukan promosi dengan cara menawarkan cacing yang anda punya kepada orang yang memelihara ikan atau bisa anda tawarkan langsung kepada pedagang ikan hias. Anda juga bisa melakukan promosi melalui Internet, untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Demikian artikel mengenai Cara Ternak Cacing Sutra, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda yang ingin memulai suatu usaha.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button