Investasi

5 Peluang Terbaik Investasi Saat PPKM Darurat 

5 Peluang Terbaik Investasi Saat PPKM Darurat

Investasi saat PPKM Darurat – Pandemi Covid-19 ini benar-benar merusak sendi-sendi kehidupan kita, termasuk salah satunya adalah sektor ekonomi.

Sektor ekonomi merupakan salah satu yang terdampak sangat parah oleh pandemi corona ini. Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan. Hal ini benar-benar membuat orang mengalami kesusahan.

Korona yang sudah berjalan lebih ldari 1,5 tahun ini belum akan menunjukkan mereda, bahkan saat ini bisa dibilang semakin parah, dengan adanya berbagai varian baru, varian delta salah satunya.

Kondisi yang semakin tidak menentu ini memaksa pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

PPKM darurat ini bertujuan untuk menghambat dan menghentikan penyebaran wabah korona mengingat aktivitas di pasar, di kantor, di tempat ibadah, di sekolah dan potensi kerumunan lainnya sangat tinggi oleh paparan corona, makanya pemerintah memberlakukan pembatas kegiatan masyarakat.

Bagi anda yang ingin memiliki dana, ada baiknya untuk mengalihkan dana yang anda miliki ke instrumen investasi, agar dana yang anda miliki tetap aman dan semakin bertambah nilainya.

Investasi menjadi salah satu cara untuk mengamankan dana yang kita miliki agar tidak tergerus oleh inflasi atau bisa juga menjadi salah satu jalan untuk kita tetap cuan di tengah pandemi seperti sekarang ini.

6 Jenis Investasi yang Bisa Dicoba Saat PPKM Darurat

Secara resmi pemerintah memberlakukan PPKM Darurat untuk pulau Jawa-Bali hari Kamis (1/7) pekan lalu dan direncanakan akan berlaku mulai dari 3 Juli – 20 Juli 2021. Untuk PPKM mikro sendiri sudah berlaku sejak Juni lalu.

Berbagai upaya terus dikebut oleh pemerintah, salah satunya adalah program vaksinasi yang terus berjalan di tengah pemberlakuan PPKM darurat ini.

Saat ini dari data Kementerian kesehatan bisa kita lihat bahwa terdapat 3 provinsi dengan penambahan kasus terbesar adalah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga membuat banyak tenaga kesehatan (nakes) tumbang dan banyak orang meregang nyawa.

Selain nakes yang mengalami overload beban kerja, fasilitas rumah sakit juga bisa dibilang hampir mencapai kapasitas 100%, sehingga mengakibatkan banyak pasien yang harus mengantri untuk mendapatkan perawatan.

Maka dari itu, ditengah ketidakpastian ini, maka kamu mesti menggunakan dana secerdas mungkin agar dana yang kamu miliki tidak mengendap dan justru terdampak inflasi. Berikut ini ide investasi saat ppkm darurat yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Emas

Emas

Investasi emas adalah salah satu instrumen yang akan tetap aman sepanjang masa, anda tidak akan mengalami kerugian untuk investasi ke emas.

Emas sampai kapanpun nilainya tidak akan berkurang, justru akan semakin bertambah dan akan tetap menjadi instrumen investasi terbaik dan mudah untuk diuangkan.

Anda bisa menginvestasikan dana anda ke dalam emas batangan. Kenapa emas batangan bukan emas perhiasan. Tentu saja emas batangan, terutama emas antam memiliki nilai buy back lebih tinggi, selain itu emas batangan juga tidak membutuhkan biaya tempah dan tidak mengalami penyusutan.

Untuk emas perhiasan akan banyak mengalami potongan saat kita hendak menjualnya nanti. Jadi untuk anda yang ingin investasi dana ke dalam logam mulia, maka logam mulia dalam bentuk batangan adalah yang terbaik.

Risono selaku Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis PT Aneka Tambang Tbk (Antam), sempat mengungkapkan pendapatnya pada CNBC Indonesia di pekan ketiga Juni lalu. “Proyeksi harga emas masih sama seperti hari-hari biasanya. Namun kami melihat potensi investasi di sektor emas murni 24K terutama yang batangan masih cukup baik.”

Dari data resmi perusahaan, diketahui bahwa terdapat angka penjualan transaksi domestik yang mencapai 81% dari total penjualan dengan nilai Rp7,45 triliun. Di mana dari rata itu, emas masihlah jadi primadona sebesar Rp6,59 triliun (72%) dan sisanya adalah feronikel sebesar Rp1,23 triliun (13%), biji nikel mencapai Rp950,01 miliar (10%), bauksit dan alumina senilai Rp365,81 miliar (4%).

Untuk harga logam mulia yang satu ini, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam menyebutkan kalau harga emas 24K pada Senin (5/7) pagi mencapai Rp941 ribu per gram. Sedangkan harga jual kembalinya (buyback) tercatat Rp836 ribu per gram. Tak harus beli langsung satu gram, Anda kini bisa beli emas dengan harga terjangkau lewat produk Tabungan Emas seperti yang ditawarkan Pegadaian.

Pilihan investasi emas ini menjadi salah satu instrumen investasi terbaik jika dilakukan untuk jangka waktu panjang, bukan untuk jangka waktu beberapa bulan saja. Karena kita baru akan merasakan selisih dari beli dan jual atau kenaikannya pada waktu minimal 6 bulan.

Jadi, komoditi emas ini bisa menjadi pilihan investasi saat PPKM darurat atau k depannya. Meski dalam beberapa waktu ini harga emas sepertinya mengalami penurunan, akan tetapi menurut David Lennox dari Fat Prophets, harga emas diprediksi bisa mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di tahun 2021 ini, seiring dengan masih lemahnya Dolar AS.

2. Reksadana

Reksadana

Selain emas, reksadana juga bisa menjadi piliha investasi saat PPKM darurat ini. Bahkan RDPU (reksadana pasar uang) dan RDPT (reksadana pendapatan tetap) bisa jadi pertimbangan untuk aset safe haven (lindung nilai).

Menurut Rudiyanto selaku Direktur Panin Asset Management, RDPT adalah jenis reksadana sebagai instrumen investasi yang bisa dicoba saat PPKM Darurat. Kenapa begitu? Kepada Katadata, Rudiyanto menjelaskan jika sebagian besar dana investasi RDPT dialokasikan untuk efek utang dengan pendapatan tetap.

Kendati RDPT punya potensi volatilitas naik-turun terutama untuk obligasi korporasi yang masih berisiko gagal bayar, investor tetap akan memperoleh pendapatan bulanan. Apalagi sepanjang 2020, kinerja RDPT dan reksadana campuran dianggap lebih baik daripada reksadana saham kendati return masih kalah, tetap bisa dipertimbangkan untuk diversifikasi investasi reksadana.

Jika anda merupakan salah seorang investor dengan kebiasaan yang konservatif dan ingin cari aman, Rudiyanto menyarankan untuk menempatkan dana sebesar 40% di RDPT, 30% pada RDPU, 20% di reksadana campuran dan sisanya sebesar 10% di reksadana saham, selama PPKM Darurat ini. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengelola finansial tepat, memperoleh cuan dan merasa aman meski masih pandemi.

3. Surat Berharga Negara

Surat Berharga Negara

Instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan berikutnya adalah membeli surat berharga negara. Hal ini senada dengan penjelasan sebelumnya, obligasi ini dianggap sangat tepat dianggap sebagai instrumen investasi yang bisa dicoba saat PPKM Darurat.

Apalagi kalau Anda memilih obligasi pemerintah alias SBN (Surat Berharga Negara). Dilaporkan pada perdagangan hari Kamis (1/7) pekan lalu, SBN ditutup menguat seiring dengan pengumuman penetapan PPKM Darurat.

Terlihat dari penurunan imbal hasil (yield) yang artinya para investor memburu SBN. Lantaran indikator yield ini berlawanan arah dengan harga, sehingga bisa disimpulkan kalau yield menurun, harga obligasinya menguat. Tak heran karena memang yield SBN acuan pemerintah dengan tenor 10 tahun berkode FR0087 turun sebesar 1,6 basis poin ke level 6,614%.

Tertarik untuk membeli SBR? Anda mungkin bisa mempertimbangkan memesan SBR010 yang sudah dijual oleh Kemenkeu (Kementerian Keuangan) pada 21 Juni – 15 Juli 2021. Dilaporkan hingga Jumat (2/7) pekan lalu, pemesanan SBR010 sudah menembus Rp3,72 triliun yang artinya, investor begitu tertarik berinvestasi di SBN, seperti dilansir Bareksa.

Investasi pada sektor SBN ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk invester pemula sekalipun, karena resikonya yang relatif kecil dan cenderung aman.

Anda bisa mulai berinvestasi pada nominal yang kecil yakni dari Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar, SBR010 adalah obligasi non-tradable untuk WNI (Warga Negara Indonesia). Punya jangka waktu dua tahun, periode pertama SBR010 ini menawarkan kupon 5,1% per tahun yang bisa naik sesuai suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate.

4. Deposito

Deposito

Pilihan investasi saat PPKM darurat selanjutnya adalah mendepositokan dana yang kita miliki di berbagai lembaga keuangan terpercaya.

Anda bisa memilih deposito uang pada saat PPKM darurat ini. Mengingat perkataan Aidil Akbar Madjid selaku Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC, deposito adalah investasi yang bisa dicoba saat PPKM Darurat, terutama kalau Anda tak mau banyak risiko.

Karena deposito ini berada pada zona aman, maka cuan yang dihasilkan juga tidak akan terlelau besar. Dimana tingkat bunga deposito setahun saat ini rata-rata 5,5%, turun dari 6,7% per tahun pada 2020 silam.

Ivan Jaya selaku Chief of Retail & SME Business Commonwealth Bank kepada Lokadata pun berbicara mengenai deposito. Bahkan bisa saja tingkat bunga deposito makin menurun meskipun artinya makin stabil, sejalan dengan kebijakan suku bunga acuan BI yang juga berimbas ke likuiditas perbankan. Di mana suku bunga acuan BI saat ini ada di kisaran 3,5%.

Memilih Bank-bank yang tetap beroperasi pada masa PPKM ini adalah pilihan yang tepat, apalagi jika pihak Bank memiliki layananan digital yang baik, anda bahkan tidak perlu keluar rumah untuk mulai mendepositokan dana yang anda miliki.

Calon investor tidak perlu merasa khawatir, dana deposito anda akan terjamin keamanannya, karena Bank-bank tersebut telah dijamin oleh LPS (Lembaga Pnejamin Simpanan), bunga deposito yang lebih besar daripada bunga tabungan biasa sampai uang pokok yang tidak akan terpotong seperti tabungan pada umumnya.

5. Uang Kripto

Uang Kripto

Pilihan investasi yang terakhir yang bisa lakukan adalah dengan mengkonversi rupiah yang anda miliki menjadi mata uang cripto. Ada banyak pilihan mata uang cripto yang bisa anda jadikan sebagai bahan untuk investasi jangka panjang.

Ada banyak jenis uang kripto (cryptocurrency) yang bisa anda pilih, salah satu yang cukup fenomenal adalah bitcoin yang nilainya sangat fantastis, pada April-Mei 2021 kemarin nilai Bitcoin sendiri nilainya mencapai Rp900 juta per ‘keping’.

Untuk saat ini harga ‘normal’ dari satu keping bitcoin adalah diangka 400jutaan rupiah. Bisa jadi kedepannya harga BTC akan melambung lagi. Silahkan anda tukarkan dana rupiah anda menjadi BTC di platform-platform exchange resmi.

***

Jadi masa PPKM Darurat yang ditetapkan oleh pemerintah ini tidak harus menjadi penghalang untuk kita berinvestasi. Karena meskipun kondisi sedang pembatasan akibat covid saat ini, namun kita harus tetap cuan.

Itulah rekomendasi investasi saat PPKM Darurat yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button